Adegan Ciuman Hot Dewi Persik dan Aldi Taher
Jumat, 15 Mei 2009Memang Tahun ini nama Dewi Persik sangat sering muncul dengan aksi kontroversialnya. Mulai dari kasus goyangannya, kasus pidana dengan mantan managernya yang masih dalam proses persidangan, sampai pernikahan sirihnya dengan Aldi Taher. Kali ini Dewi Persik kembali melakukan aksi kontroversial dengan berciuman dengan Aldi Taher, mungkin hal tersebut sah - sah saja karena mereka adalah sepasang suami istri.
Tapi yang membuat ciuman mereka ini menjadi kontroversial adalah dilakukan ditempat umum sehingga terlihat di depan publik dan mencium dengan gaya menjulurkan lidah. Kejadian tersebut terekam oleh kamera wartawan di Plasa FX Senayan, Jakarta pada tanggal 10 mei dalam acara syukuran film terbaru Dewi Persik yang berjudul Tusuk Kuntilanak.
Padahal disana tidak hanya rekan - rekan wartawan saja yang disana menyaksikan, melaikan ada juga puluhan anak - anak panti asuhan dan anak angkat mereka yang bernama gabriel. Memang Dewi Persik pantas dianggap sebagai ratu kontroversial tahun ini.

Gambar diambil dari KapanLagi.Com
Video Porno Mirip Wulan Guritno dan Ananda Mikola
Senin, 11 Mei 2009
Baru - baru ini di beberapa infotainment tersiar kabar tentang sebuah video porno yang mirip Wulan Guritno dan Ananda Mikola. Pasti masyarakat ingin mengetahui kebenaran tentang video porno yang sedang telah beredar ini.
Dari beberapa pernyataan yang diberikan oleh Wulan Guritno, video porno yang sedang memperagakan oral sex tersebut dibintangi oleh orang lain yang memiliki kemiripan dengan dirinya dan Ananda Mikola, bahkan pihak manajemen dalam waktu dekat akan mempersiapkan konferensi pers untk mengklarifikasi masalah ini.
Pasti banyak sedang berburu video ini untuk di download, klo begitu selamat hunting aja yach...
Kronologis Hilangnya Manohara
Senin, 27 April 2009
Manohara Odelia Pinot, adalah model blasteran Indonesia Perancis yang harus mengalami tragedi pahit dalam hidupnya. Di usia yang masih sangat muda, 16 tahun, ia menikah dengan seorang pangeran asal Malaysia Barat, Tengku Muhammad Fakhry Petra. Diduga Manohara mengalami penyekapan dan penyiksaan dari sang suami. Berikut ini adalah kronologis drama penculikan model yang pernah masuk dalam jajaran 100 Pesona Indonesia oleh Majalah Harper's Bazaar:
Desember 2006
Manohara dan Tengku Muhammad Fakhry pertama kali bertemu pada acara makan malam yang diadakan oleh Datuk Najib, Wakil Perdana Menteri Malaysia. Kabarnya, lewat acara ini, Tengku Fakhry jatuh cinta pada Manohara dan langsung meminta ijin ibu dari Manohara, Daisy untuk mendekati putrinya. Meski baru berusia 15 tahun, namun melihat kesopanan Tengku Fakry dan latar belakang keluarganya, akhirnya sang ibunda memberikan ijin keduanya untuk berpacaran.
Oktober 2007
Manohara dan keluarga diundang oleh Tengku Fakhry ke pulau Komodo.
Desember 2007
Manohara beserta keluarga mengikuti acara perayaan tahun baru bersama Tengku Fakhry. Pada acara ini, Manohara kehilangan keperawanannya karena dipaksa oleh Tengku Fakhry. Kala itu, Tengku Fakhry bersedia bertanggung jawab atas perbuatannya.
17 Agustus 2008
Manohara beserta keluarga diundang ke Malaysia menemui keluarga Tengku Fakhry, guna membicarakan masalah pernikahan.
26 Agustus 2008
Tengku Fakhry akhirnya menikahi Manohara yang saat itu masih berusia 16 tahun. Pernikahan yang diadakan di Malaysia ini sempat terganjal akibat usia Manohara yang masih di bawah umur dan tidak ada wali serta surat dari KBRI setempat. Namun, pada akhirnya pernikahan inipun tetap terlaksana.
29 Agustus 2009
Selang beberapa hari setelah pernikahannya, Manohara dan Tengku Fakhry dengan diikuti saudara tiri Manohara, Dewi Asih dan beberapa orang dari Malaysia berangkat ke Thailand untuk bulan madu. Mereka berada di Thailand selama 3 hari.
November 2008
Pihak keluarga kerajaan mengadakan syukuran pernikahan dengan tamu lebih dari 1000 tamu undangan.
Akhir 2008
Manohara kabur lewat Singapura ke Jakarta dari tempat kediamannya di Malaysia. Menuruut penuturan Manohara kepada ibunya, Daisy, ia mengalami perlakukan tak menyenangkan dari suaminya serta tidak tahan dengan sikap kasar Tengk Fakhry kepadanya, akhirnya Manohara memilih kabur. Selama kabur, Manohara tinggal di rumah kontrakan keluarganya di daerah Jakarta Selatan.
25 Februari 2009
Ketika Manohara berulang tahun, Tengku Fakhry memberikan sebuah mobil sebagai kado bagi model yang juga pernah menjalin hubungan dengan Ardie Bakrie ini. Hadiah ini sebagai salah satu usaha Tengku Fakhry untuk membujuk Manohara kembali pulang bersamanya ke Malaysia. Karena belum berhasil membujuk Manohara, Tengku Fakhry mengajak Manohara bersama ibunya dan Dewi untuk berangkat umroh. Melihat itikad baik sang menantu, Daisy pun luluh. Bersama Manohara dan Dewi ia pun menerima ajakan Tengku Fakhry untuk ibadah umroh bersama.
9 Maret 2009
Ketika kegiatan umroh berakhir dan tiba saatnya untuk kembali ke tanah air, di sinilah awal mula hilangnya Manohara. Manohara berada satu mobil dengan sang suami, Tengku Fakhry, sedang Daisy dan Dewi berada di mobil yang terpisah. Ketika berada di bandara, ternyata pesawat yang membawa Manohara dan Tengku Fakhry telah tinggal landas terlebih dahulu dan meninggalkan ibunya dan Dewi di Jeddah. Berikut adalah keterangan pesawat yang membawa Manohara:
Pesawat: Chalenger 300
Owner/Operator: Berjaya Air
Aircraft: reg 9MTAN
Pilot: Captain Zakaria Salleh
Passport: A17818924
Milik: Malaysian Nationality
Masih di hari yang sama, sekitar pukul 11.30 waktu Jeddah, sang ibu, Daisy berhasil melakukan hubungan telepon dengan Manohara. Di telepon tersebut Daisy mendengar sang putri meminta tolong, "Mama tolong.... Mano takut, tangan Mano sakit sekali, mereka memukul Mano untuk tidak teriak, karena Mano panik dan Mano mau dengan Mama." Saat berada di Kelantan, Manohara sempat menelpon Daisy, terdengar Manohara berteriak meminta tolong tapi kemudian telepon terputus.
17-18 Maret 2009
Nenek Manohara dan Dewi pergi ke kedutaan Indonesia guna meminta bantuan.
19 Maret 2009
Daisy yang sudah rindu kepada putrinya dan ingin tahu keadaan Manohara berangkat ke Malaysia. Namun sesampainya di bandara, ternyata Daisy dicekal dan tidak boleh masuk ke dalam wilayah Malaysia dengan alasan yang tidak jelas.
20 Maret 2009
Dewi dengan ditemeni sang nenek pergi ke KBRI guna mendapatkan penjelasan.
23 Maret 2009
Daisy kembali ke Departemen Luar Negeri guna mengajukan permohonan tertulis pada Kerajaan Kelantan. Namun hingga kasus ini mencuat ke media, belum ada jawaban apapun dari Kerajaan Kelantan.
Sumber kapanlagi.com





